Social Entrepreneurs Vs Enterprise Entrepreneurs (The Similarities And Variations)

EntrepreneurEntrepreneurs have personality traits that make them preferrred individuals to work for themselves. Dibutuhkan upaya untuk memahami dan berempati dengan seseorang yang telah menyakiti Anda. Bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan: Seperti apa kehidupan orang ini saat tumbuh dewasa? Luka psikologis apa yang mungkin dia rawat? Tekanan atau tekanan ekstra apa yang dialami orang itu saat dia menyinggung Anda? Kemudian pikirkan hadiah kecil yang bisa Anda tawarkan kepada orang ini. Itu bisa berupa senyuman, jabat tangan, panggilan telepon balik, atau toleransi yang lebih baik pada saat Anda bersamanya. Perlu diingat, bahwa pengampunan dan rekonsiliasi tidak sama. Jika Anda atau berada dalam hubungan yang kasar dalam bentuk apa pun, pengampunan Anda dapat dan harus datang dari jauh.

Ini adalah sebuah kisah singkat tentang hidup Roby Widjaja selama sekitar 1,5 tahun antara tahun 2003 sampai dengan 2005 di Bali. Hidup terus berjalan”, sekedar melanjutkan hidup yang tidak bisa diakhiri begitu saja dan dengan apa saja yang sedang dimiliki saat itu, Itulah yang ia pikirkan dan lakukan setelah ia meninggal perusahaan rintisan pertamanya. Bila itu dibiarkan, maka bila tidak siap bersaing mereka akan menjadi pengangguran terdidik. Pengangguran yang bergelar sarjana. Bahkan banyak diantaranya dari perguruan tinggi ternama.

They went via the I-Corps program, a six-week course in buyer discovery and lean startup methodology taught by instructors from the McGuire Middle for Entrepreneurship and the Eller Faculty of Management. The staff also benefited from the guidance of TLA Mentor-in-Residence Marie Wesselhoft, an skilled bioindustry entrepreneur, as well as biotech marketer Joan Will in the course of the I-Corps program.

Di sini yang perlu diperjelas adalah makna ‘kekuatan sendiri’. Makna dari ‘kekuatan sendiri’ bukanlah kegiatan usaha yang dilaksanakan secara sendirian, melainkan lebih mengacu kepada sikap mental yang tidak bergantung pada orang lain. Dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, ia lebih mengandalkan pada kekuatan sendiri daripada minta bantuan orang lain. Jadi, pengertian ‘menggunakan kekuatan sendiri’ bisa dikenakan pada usaha sendiri maupun bekerja sebagai karyawan.

Jika ada sebuah pertanyaan, apa yang diharapkan dari kerja kerasMu? yang pasti jawabannya ya beda-beda, karena setiap kita mempunyai paradigma yang berbeda dalam mensikapi apa yang sesungguhnya kita harapkan dari kerja keras kita dan itu sah-sah saja, jika melihat fitrah manusia kurang lebih sama: ingin mendapatkan hasil seperti yang diharapkan atau syukur-syukur lebih dari apa yang kita harapkan. Karena rizki itu, katanya datangnya tidak disangka-sangka, bisa datang dari arah mana saja dan dari siapa saja. Tapi, tentu semua pasti ada sebab musababnya, karena tidak mungkin sesuatu ada tanpa melalui sebuah proses dan waktu.